Double-sided printing asks you to pick “Flip on long edge” or “Flip on short edge”. Most people guess, and if they guess wrong, every back page comes out upside down. Booklets, posters and two pages per sheet make it even harder.
The page copies Adobe Reader’s Print window, then shows the printed paper in 3D. Drag the top sheet sideways to turn it like a book, or up to turn it like a calendar. The text under the preview says which pages you are looking at and whether each one is upright. When one is not, it tells you which setting to change.
Booklets can be folded and read page by page, bound on the left or the right. You can also drop in your own PDF. It opens in the browser and is never uploaded.
It is one static page with no build step and no framework. The layout logic is plain JavaScript with its own Node tests, and the 3D is CSS transforms.
Saat mencetak bolak-balik, kamu harus memilih “Flip on long edge” atau “Flip on short edge”. Kebanyakan orang cuma menebak, dan kalau tebakannya salah, semua halaman belakang keluar terbalik. Booklet, poster, dan dua halaman per lembar membuatnya makin membingungkan.
Halaman ini meniru jendela Print di Adobe Reader, lalu menampilkan kertas hasil cetakannya dalam 3D. Seret lembar paling atas ke samping untuk membaliknya seperti buku, atau ke atas untuk membaliknya seperti kalender. Teks di bawah pratinjau memberi tahu halaman mana yang sedang kamu lihat dan apakah posisinya tegak. Kalau ada yang tidak tegak, teks itu juga memberi tahu pengaturan mana yang perlu diganti.
Booklet bisa dilipat dan dibaca halaman demi halaman, dengan jilid di kiri atau di kanan. Kamu juga bisa memakai PDF sendiri. Berkasnya dibuka di browser dan tidak pernah diunggah.
Semuanya cuma satu halaman statis, tanpa langkah build dan tanpa framework. Logika tata letaknya ditulis dengan JavaScript biasa dan punya tes Node sendiri, sedangkan efek 3D-nya memakai CSS transform.